Belajar Sanskrit: Omkaram Bindu Samyuktam

Oṁ Avighnamastu,

Pada kesempatan ini kita akan belajar bhs. Sanskrit melalui mantram Oṁkāram Bindusaṃyuktam. Mantra ini dibacakan setiap pagi di Anand Ashram, disamping beberapa mantra lainnya. Pada bagian bawah, saya tautkan juga 3 video Swami Anand Krishna yang memberikan penjelasan makna mantra ini, Yoga, dan Vipassana.

Yuk, kita mulai…

अोँकारं बिंदुसंयुक्तम् नित्यम् ध्यायन्ति योगिनः
कामदम् मोक्षदम् चैव अोँकाराय नमो नमः ।।

ᬒᬁᬓᬵᬭᬫ᭄ ᬩᬶᬦ᭄ᬤᬸ ᬲᬀᬬᬸᬓ᭄ᬢᬫ᭄
ᬦᬶᬢ᭄ᬬ ᬫ᭄ ᬥ᭄ᬬᬵᬬᬦ᭄ᬢᬶ ᬬᭀᬕᬶᬦᬄ
ᬓᬫᬤᬫ᭄ᬫᭀᬓ᭄ᬱᬤᬫ᭄ ᬘᬿᬯ
ᬒᬁᬓᬵᬭᬵᬬ ᬦᬫᭀ ᬦᬫᬄ ᭟

oṁkāram bindusaṃyuktam
nityam-dhyāyanti yoginaḥ;
kāmadam mokṣadam caiva,
oṁkārāya namonamaḥ.

oṁ — = suara suci “Oṁ”; praṇava (dari pra- : ‘forward, forth’ + nu : ‘to praise, extol’) suara yang mengawali penciptaan yang diagungkan oleh para rishi. “Oṁ adalah segalanya ini. Semuanya, baik itu di masa lalu, masa kini, dan masa depan, adalah perwujudan Oṁ.”—Mandukya Upanishad.
kāra — dari √kṛ : ‘to do, make’; = notasi, huruf.
oṁkāram — [obyek, tunggal] = notasi suci Oṁ, suara suci Oṁ.

bindu — = titik, partikel kecil.
saṃyukta — p.p. dari saṃ- : ‘together’ + yuj : ‘to unite, attach’; ‘joined, connected, united, accompanied by’. Misalnya digunakan di dalam padanan untuk “United Nations” (Perserikatan Bangsa-bangsa) = saṃyukta rāṣṭra.
bindusaṃyuktam — [kata sifat, tunggal] menjelaskan Oṁkāra; = yang memiliki atau disertai titik, atau bindu (anusvāra atau suara nasal “ṁ”).

nityam — [kata keterangan] menjelaskan kata kerja dhyāyanti; ‘daily, constantly, always, ever, perpetually, eternally’; = senantiasa, setiap hari, setiap saat, selalu.

dhyāyanti — [k. kerja orang ke-3, jamak] dari dhyai : ‘to think of, meditate upon, ponder over, contemplate”; = (mereka) bermeditasi.

yoginaḥ — [subyek, jamak] dari yogin (dari yuj : ‘to unite, attach’); = para praktisi yoga, para yogi.

Jadi bait pertama, “oṁkāram bindusaṃyuktam nityam-dhyāyanti yoginaḥ”, bisa diartikan = Para yogi senantiasa bermeditasi pada Oṁkāra, yang memiliki bindu/titik, yang adalah asal mula segala sesuatu, baik di masa lalu, masa kini, maupun masa mendatang.

kāmadam — [kata sifat, tunggal] menjelaskan Oṁkāra; dari √kam : ‘to love, wish, desire’; = yang memenuhi segala keinginan.

mokṣadam — [kata sifat, tunggal] menjelaskan Oṁkāra; dari √muc : ‘to loose, set free’; = yang membebaskan, mengantar pada mokṣa atau kebebasan sejati dari kesadaran rendah.

ca — dan.
eva — demikian.
ca + eva = caiva.

oṁkārāya — [dative, tunggal] = kepada Oṁkāra.

namaḥ — dari √nam : ‘to bow to, salute to’; = sembah sujud, salam hormat. 
namo-namaḥ 
= [ungkapan] sembah sujudku (berulang kali)

Bait terakhir, “kāmadam mokṣadam caiva, oṁkārāya namo-namaḥ”, bisa diartikan = Aku haturkan sembah sujudku kepada-Mu (Oṁkāra) yang memenuhi segala keinginan, mengantar kepada mokṣa/kebebasan sejati.

Jadi secara keseluruhan mantra ini bermakna = Para yogi senantiasa bermeditasi kepada Oṁkāra, yang memiliki bindu, yang memenuhi segala keinginan, yang mengantar kepada mokṣa/kebebasan sejati. Kepada-Mu, aku haturkan sembah sujud berkali-kali!

 

Jaya Gurudev! Oṁ Śāntiḥ, Śāntiḥ, Śāntiḥ.

Leave a Reply