Bulan: Januari 2017

Sebelum Berdoa

Seseorang bertanya, “Tuan, apakah jalan menuju-Nya?” Sri Ramakrishna menjawab, “Cinta-kasih kepada-Nya, dan doa.” Si penanya belum juga puas, “Jadi yang mana, Tuan, cinta-kasih atau doa?” “Pertama-tama cinta-kasih, baru kemudian doa.” Setelah menjawab demikian, Sri Ramakrishna bernyanyi dan larut di dalam pujian kepada Hyang Tunggal. —The Gospel of Sri Ramakrishna, Bab 10, 22 April 1883. Hari-hari

Continue reading

Belajar Sanskrit: Omkaram Bindu Samyuktam

Oṁ Avighnamastu, Pada kesempatan ini kita akan belajar bhs. Sanskrit melalui mantram Oṁkāram Bindusaṃyuktam. Mantra ini dibacakan setiap pagi di Anand Ashram, disamping beberapa mantra lainnya. Pada bagian bawah, saya tautkan juga 3 video Swami Anand Krishna yang memberikan penjelasan makna mantra ini, Yoga, dan Vipassana. Yuk, kita mulai… अोँकारं बिंदुसंयुक्तम् नित्यम् ध्यायन्ति योगिनः । कामदम् मोक्षदम् चैव अोँकाराय नमो

Continue reading

Ngelmu

Bos saya dulu unik. Dia termasuk yang paling senior di tempat saya kerja, 22 tahun lebih dia di sana; dia tahu semua seluk beluknya. Bagi bocah ingusan seperti saya, beliau adalah “enigma”. Setiap kali bertanya, dia selalu bertanya, “Do you want a short, or long answer?” Hampir setiap kali saya hanya menginginkan yang “short-short” saja.

Continue reading

Angka

Bayangkan menghitung jarak antarbintang dengan angka romawi, atau mengukur bakteria dengan angka mesir. Sistem angka bangsa babilonia—yang dikenal ilmuwan sebagai sistem angka positional pertama (mirip dengan kita punya sekarang)—belum mempunyai konsep ketiadaan, nol; dan mennggunakan basis angka 60. Sistem angka yang kita kenal saat ini: basis 10 (desimal), dengan “0”, mencapai bentuknya di Peradaban Sindhu/Hindu/Indus/Indo

Continue reading

Menggali Akar Peradaban Hindu (3–Habis): Tulang Punggung Peradaban

[Tulisan saya ini dimuat di Majalah Media Hindu edisi Oktober 2016] Om Avignamastu, “Aku telah berjalan ke semua sudut India, dan aku belum pernah menemukan seorangpun pengemis dan pencuri—sedemikian kayanya negeri itu, dengan nilai-nilai moral yang tinggi, sehingga tidak mungkin kita (bangsa Inggris) bisa menaklukkan negeri itu tanpa mematahkan tulang-punggungnya, yaitu kekayaan warisan spiritual dan budayanya.

Continue reading

Menggali Akar Peradaban Hindu (2): Dari Sunda ke Sindhu-Saraswati

[Tulisan saya ini dimuat di Majalah Media Hindu edisi September 2016] Om Avignamastu, “Agama Hindu adalah satu-satunya agama besar dunia yang meyakini bahwa alam semesta mengalami proses kelahiran dan kematian terus-menerus. Inilah satu-satunya agama yang menggunakan skala waktu yang sesuai dengan ilmu kosmologi modern—dan saya yakin ini bukan kebetulan semata. Siklus waktu yang mereka pakai mulai

Continue reading

Menggali Akar Peradaban Hindu (1): Berbeda-beda tapi Satu Dharma

[Tulisan saya ini dimuat di Majalah Media Hindu edisi Agustus 2016] Om Avighnamastu, Pandangan bahwa Hindu melihat Kebenaran dari satu sisi saja, memiliki hanya satu tradisi baku, satu interpretasi dan ekspresi bukan hanya tidak tepat, namun menyesatkan dan memecah-belah. Ketika pandangan ini mengemuka, kita sedang menciptakan gegar di dalam umat: Versi mana yang benar? Versi

Continue reading

Resep

Acemoglu dan Robinson (2012), di dalam bukunya ‘Why Nations Fail’ menghimpun kisah dari berbagai wilayah dan membangun argumen mengapa sebuah negeri ‘gagal’ menjalankan fungsinya untuk mengoptimalkan sumberdaya demi mencapai kesejahteraan warganya. Mereka membantah beberapa teori sebelumnya yang mengaitkan kegagalan tersebut pada: budaya, lokasi geografis, bahkan kekayaan alam negeri tsb. Acemoglu dan Robinson dengan yakin bilang

Continue reading

Menjadi Manusia

(disarikan dari tiga video Swami Anand Krishna, Being Human) Manusia yang tidak memiliki Kasih di dalam hatinya, tidak berbeda dari binatang. Namun manusia tidak lahir dengan Kasih. Seorang bayi belum mengenal Kasih: ia akan menangis ketika lapar bahkan sedikit saja, tidak peduli ibu sedang sibuk atau capek. Lantas, bagaimana caranya mengembangkan Kasih? Kuncinya ada pada

Continue reading